fajarnews

Feri Raih Perunggu dari Kejuaraan Gulat se-Asia Tenggara

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 17 April 2017 | 14:45 WIB

Winarno
Feri Budiawan meraih perunggu dari kejuaraan gulat se-Asia Tenggara.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Pegulat Kota Cirebon, Feri Budiawan baru pertama kali berlaga di Kejuaraan Gulat Tingkat Asia Tenggara, namun Feri berhasil menunjukkan kemampuannya usai membawa medali perunggu di ajang Gulat South East Junior Championship di Thailand pada 31 Maret-8 April kemarin. 

Feri yang diturunkan di kelas 66 Kg Greco Roman tersebut harus menunda membawa pulang emas usai ditaklukkan oleh pegulat Vietnam A bernama Nguyen Dinn pada babak semifinal dengan skor tipis yakni 7-11, sehingga Feri tak mampu menembus final. 

Namun pada perebutan perunggu, Feri tak perlu mengerahkan tenaganya, karena pegulat dari Vietnam B itu di walkout (WO), lantaran dari awal pertandingan tidak bermain, sehingga Feri dinyatakan menang. 

Feri Budiawan mengaku senang meski hanya menyumbangkan medali perunggu, karena baru pertama kali berlaga di Kejuaraan Gulat Junior Tingkat Asia Tenggara. Namun Feri termotivasi untuk melatih kemampuannya, khususnya bagian fisik. 

"Saya kalah di fisik Mas, kalau teknik saya kira sama saja kemampuannya sama Nguyen Dini. Untuk itu ke depan saya akan lebih memaksimalkan lagi kemampuan fisiknya," kata Feri kepada fajarnews.com, Minggu (16/4).

Feri tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena telah meraih perunggu, dan dirinya pun merasa senang dan bangga karena baru pertama kali ikut Kejuaraan Gulat Junior Asia Tenggara, akan tetapi pulang tanpa tangan kosong. "Medali perunggu ini juga sebagai hadiah ulang tahun, karena kebetulan saya main tepat di hari ulang tahun," ucapnya. 

Ia membeberkan, dari 13 pegulat yang dikirim Tim Nasional (Timnas) Indonesia cabang olahraga (cabor) gulat, Indonesia membawa sepuluh medali, terdiri dari dua emas, empat perak, dan empat perunggu. 

"Dari 10 medali tersebut, Indonesia berada di urutan kelima. Sedangkan juara umum kesatu dan kedua diraih oleh Vietnam, dan tuan rumah hanya berada diurutan ketiga dan keempat," bebernya. 

Lantaran kemarin kalah fisik, maka Feri akan komitmen untuk melatih fisiknya, dan kebetulan atlet pelatnas Asian Games sedang berlatih di Bandung. Maka Feri akan mengikuti program pelatnas senior dalam rangka peningkatan kemampuan bukan hanya fisik saja, tapi yang lainnya juga. 

"Selama saya di Bandung dan selama ada pelatnas, maka saya akan terus berlatih," imbuhnya. 

Ia mengaku pada kejuaraan kemarin di Thailand, dirinya dapat memetik pelajaran berharga. Sebab, sebuah keinginan yang besar harus melalui proses yang besar juga, karena saat di sana dirinya berbincang-bincang dengan atlet Vietnam terkait latihan dan pembinaan. 

"Katanya mereka saat latihan, satu atlet dilatih satu pelatih. Jadi kalau kita mau punya teknik bagus yang bisa dipelajari, perlu juga kita mengidolakan pelatih, supaya dalam latihan kita bisa enjoy," tuturnya. 

Ia menginginkan setiap atlet memiliki satu pelatih yang diidolakan, karena nanti saat pertandingan antara atlet dan pelatih itu memiliki chemistry. Misalkan pada saat atlet bertanding, kemudian pelatih itu teriak dari sudut, pasti atlet akan langsung tahu suara itu suara siapa. "Jadi walaupun posisi sedang bertanding dikasih intruksi sama pelatih tanpa melihat ke pelatih sudah tahu Mas," akunya. 

Saat ini, Feri mengidolakan Atep Kosasih (Pelatih Gulat Kota Cirebon), karena apabila dalam pertandingan terus yang disudutnya Atep, pasti ada yang beda.

"Harapan ke depannya semoga bisa mewakili Indonesia lagi, dan bisa kasih yang terbaik lagi dari kejuaraan kemarin," tutupnya. (Winarno)

Loading Komentar....