fajarnews

Porda, 13 Pesilat PAKSI Kota Cirebon Perkuat Daerah Lain

Redaksi : Andriyana | Minggu, 2 Juli 2017 | 23:14 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, CIREBON - Sebanyak 13 pesilat yang tergabung dalam Perguruan Silat Pusaka Arya Kemuning Seluruh Indonesia (PAKSI) Kota Cirebon telah dipinjam tiga kota/kabupaten untuk berlaga pada Pekan Olahraga Antar Daerah (Porda) 2018 nanti di Bogor. Dengan demikian, belasan atlet itu tak bisa memperkuat tanah kelahirannya dalam mendulang emas.

Ketum PAKSI Kota Cirebon, Agus Muharam mengatakan, belasan pesilat tersebut sudah mendapatkan izin dari Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon untuk berlaga memperkuat daerah lain.

“Para pesilat itu diperbolehkan oleh KONI dan IPSI untuk bermain di luar karena tak dipakai. Semoga tahun depan bisa memperkuat Kota Cirebon,” kata Agus kepada fajarnews.com, Minggu (2/7).

Ia menyebutkan, belasan atlet tersebut diantaranya adalah Asrul Salahuddin atlet kebanggaan PAKSI Kota Cirebon yang diminta Kalimantan Tengah untuk Porda 2018 dan PON 2022.

Sedangkan 12 atlet lainnya dipinjam oleh Bekasi, Kuningan dan Kabupaten Cirebon yang masing-masing meminjam empat atlet. Menurutnya, para atlet tersebut tidak terpakai di Kota Cirebon, sehingga para atlet memilih ke daerah lain untuk berlaga.

“Kami tak menyuruh anak untuk bermain di luar, hanya memfasilitasi saja mereka. Sebab, mereka ingin berlaga di kompetisi ketat seperti Porda, karena untuk mengukur kemampuannya selama berlatih dan ingin lihat apa kekurangannya,” bebernya.

Ia menjelaskan, empat atlet yang dipinjam oleh Bekasi yaitu Fani (Kelas A), Wati (Kelas B), Masdeni Purnomo (Kelas A) dan Rudianto (Kelas C). Sedangkan empat pesilat lagi akan memperkuat Kuningan yakni Andre Putra Maariz (Kelas E), Lukman Hakim (Kelas D), Muhtadin (Kelas C), dan Sirot Tawang (Kelas A).

“Dan empat lainnya yang dipinjam Kabupaten Cirebon adalah Sintia Yulianti (Kelas C), Ratna Nurliaswati (Kelas D), Fitriani (Kelas E) dan Alif Ramdani (Kelas B Putra),” tambah Agus.

Selain itu, dirinya berharap kedepan Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) bisa kerjasama yang baik dengan PAKSI. Sebab, anak-anak tak selamanya jadi pelajar sehingga harus dilarikan ke Pengcab.

“Para atlet pelajar nantinya selain bisa berlaga di Pekan Olahraga Pelajar, tentu bisa juga bertarung di kelas umum. Kami juga berharap kepada para atletnya tersebut bisa mengerahkan seluruh kemampuannya sehingga bisa lolos pada Babak Kualifikasi (BK) Porda,” tandasnya

WINARNO

Loading Komentar....