fajarnews

100 Atlet Ikuti Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di Sport Hall Bima Cirebon

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 22 Juli 2017 | 08:35 WIB

Winarno
Dari kiri ke kanan; Program Direktor Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, Ketua PBSI Asep Dedi dan Ketua Tim Pencari Bakat, Cristian Hadinata saat konferensi pers audisi beasiswa bulutangkis di Aula KONI Kota Cirebon, Jumat (21/7).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Ratusan pebulutangkis dari berbagai daerah akan berlaga pada Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang berlangsung di Sport Hall Bima Kota Cirebon dari Sabtu-Senin (22-24/7).

Ratusan atlet putra putri dari kategori U-11 dan U-13 akan berjuang mendapatkan tiket final yang akan digelar di Kudus. 

Sedikitnya ada sekitar 360 atlet yang telah mendaftar akan berlaga memperebutkan hanya 12 tiket putra putri saja. Dari ratusan atlet tersebut, kisaran 100 pebulutangkis berasal dari tuan rumah dan diharapkan ada atlet Kota Cirebon yang bisa lolos. 

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) Kota Cirebon, Asep Dedi mengatakan, audisi beasiswa ini merupakan kali kedua dihelat di Kota Cirebon dan peserta sangat luar biasa, karena sudah mencapai sekitar 360 lebih atlet dari berbagai daerah. 

“Artinya animo masyarakat ikuti audisi ini sangat luar biasa dan bulutangkis sangat dicintai masyarakat,” kata Asep yang juga menjabat sebagai Sekda Kota Cirebon saat menyampaikan konferensi pers di Aula KONI Kota Cirebon, Jumat (21/7). 

Ia pun berharap kepada atket Kota Cirebon yang mengikuti audisi ini bisa terpilih untuk mendapatkan beasiswa di Kudus. Sehingga kedepan bisa menjadi atlet handal seperti yang diukur pebulutangkis dulu. 

“Kami mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, karena Kota Cirebon kembali menjadi tuan rumah. Ini sangat luar biasa karena menjadi salahsatu tempat audisi beasiswa bulutangkis di delapan kota,” ucapnya. 

Senada, Ketua Tim Pencari Bakat, Cristian Hadinata menyatakan, alasannya pemilihan Kota Cirebon sebagai salahsatu tempat audisi. Pasalnya di Cirebon banyak pebulutangkis legenda yang berasal dari Cirebon dan menjadi andalan di Pelatnas Cipayung. 

“Mereka adalah Johan Wahyudi yang berpasangan dengan Chun-Chun telah meraih juara all Wngland enam kali bertutur-turut di sektor ganda putra. Lalu Rudy Hartono, Ade Candra, Chandra Wijaya dan terakhir adalah Ricky Karanda,” bebernya. 

Audisi ini, lanjut dia, pihaknya ingin mencari bibit-bibit handal usia dini atau pemula dari Cirebon dan berharap bisa menemukan talenta yang luar biasa yang bisa menggantikan para pemain senior yang akhirnya menjadi pemain kelas dunia. 

“Ratusan atlet yang mendaftar, kami hanya menyediakan 12 putra putri untuk maju pada final di Kudus. Tapi bisa saja lebih, karena bisa saja ada atlet yang memiliki potensi,” tuturnya. 

Sementara itu, Program Direktor Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menargetkan, audisi beasiswa yang digelar di delapan kota ini bisa diikuti 4-5 ribu pebulutangkis usia dini dari berbagai daerah. 

Saat disinggung alasan U-11 dan U-13 yang dijadikan audisi berbeda dengan tahun sebelumnya yang diseleksi dari U-13 dan U-15, Yoppy jelaskan bahwa usia U-15 saat ini masih banyak atletnya, akan tetapi atlet U-11 dan U-13 masih terbilang sedikit sehingga dihelatnya kategori tersebut. 

“Para atlet ini nantinya juga akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan U-16 yang diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet dengan kemampuan terbaik dan bisa meraih prestasi maksimal di masa depan,” terangnya. 

Selain itu, pihaknya pun melihat animo masyarakat cukup tinggi, karena anak usia dini mulai umur 8 hingga 10 tahun sudah mulai berlatih. Menurutnya usia sangat belia ini merupakan aset untuk lima tahun yang akan datang. 

Namun, lanjut dia, dirinya tak menginginkan agar para atlet puas diri ketika lolos dan mendapatkan beasiswa di Kudus. Padahal perjuangannya masih jauh lagi untuk mendapatkan prestasi yang lebih tinggi lagi.

“Jangan sampai terlena, padahal masih jauh untuk menjadi legenda. Sebab, menjadi juara itu perjuangannya tidak akan mudah, tapi harus melewati berbagai proses,” pungkasnya. (Winarno)

Loading Komentar....